Cegah Bullying di Kota Mojokerto, Ning Ita Maksimalkan PIK - R Sekolah

Bullying atau perundungan, dapat menimpa antar siswa - siswi di sekolah manapun. Untuk mencegah terjadinya perundungan di wilayah Kota Mojokerto, Wali Kota Ika Puspitasari memaksimalkan Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK - R) di sekolah - sekolah sebagai wadah agar para pelajar lebih aktif mengembangkan kreatifitasnya. Sehingga mampu menekan bullying sedini mungkin.

Melalui Dinas Pendidikan Kota Mojokerto, berbagai upaya mencegah terjadinya perundungan telah disiapkan oleh Pemerintah Kota, sejak lama. Melalui PIK - R, yang dimotori langsung oleh siswa siswi, diharapkan mampu mencegah bullying yang saat ini kembali mencuat di permukaan. "Kami ada ruang khusus siswa, yang bisa dimanfaatkan untuk mengeksplor kreatifitasnya di PIK - R," kata Kepala Dinas Pendidikan Amin Wachid.

Pusat informasi konseling remaja yang ada di setiap sekolah, lanjut Amin Wachid, saat ini diperuntukkan untuk lingkup sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA). Sedangkan, untuk sekolah dasar (SD) pihaknya memaksimalkan peran guru pendamping kelas secara maksimal. "Untuk SD, kami maksimalkan dengan satgas yang setiap harinya memonitoring kegiatan dan kondisi siswa. Karena guru pendamping kelas, akan lebih paham kondisi psikologi masing - masing siswa yang ditemuinya setiap hari," jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Ning Ita, sapaan akrabnya, menambahkan, selain memaksimalkan PIK - R di sekolah, Pemerintah Kota Mojokerto juga menerapkan study parenting yang rutin diselenggarakan setiap bulannya untuk para orangtua. Melalui kegiatan ini, diharapkan mampu menjalin komunikasi antara guru dan komite dengan orangtua. Study parenting untuk orangtua, merupakan forum antara guru dengan orangtua untuk mengetahui perkembangan anak selama di sekolah.

"Study parenting orangtua dan PIK - R untuk siswa ini, terus kami maksimalkan. Agar bullying di sekolah bisa ditangkal sedini mungkin. Kami terus arahkan anak - anak dengan berbagai kegiatan yang positif, untuk mengasah kreativitasnya. Kami berikan wadah - wadah khusus, supaya mereka bisa mengeksplor kemampuan dan bakatnya. Ketika anak sudah sibuk dengan hobi, dengan kesukaan mereka, kami yakin bullying itu tidak akan terjadi," tegasnya. (Ry)