Ning Ita: Mencetak Generasi Qurani, Generasi Pemimpin Masa Depan

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari pada Jumat siang (1/3) menghadiri Wisuda Tahfidz Juz ‘Amma angkatan V Yayasan Al Azhar Kota Mojokerto. Acara wisuda berlangsung di Astoria Convention Hall, Jl. Empu Nala, Kota Mojokerto.

Sebelum dilakukan prosesi wisuda, calon wisudawan dan wisudati melakukan istighotsah bersama dengan para guru dan wali santri. KH Ma’shum Maulani selaku Ketua Yayasan Al Azhar menyampaikan jumlah yang dikukuhkan oleh Al Azhar semakin tahun semakin meningkat. “Hal ini menunjukkan bahwa anak-anak yang ingin menjadi penghafal Quran semakin meningkat,” kata Kiai Ma’shum.

Kiai Ma’shum menyampaikan jika penghafal juz amma yang diwisuda hari ini dapat melanjutkan hafalannya lagi kelak di SMP Al Azhar. “Siapa yang mampu menghafal 30 juz dengan sempurna bisa mengajak 10 keluarganya untuk masuk surga,”jelas Kiai Ma’shum. Menghakhiri sambutannya Kiai Ma’shum berharap kelak di kemudian hari semakin banyak para penghafal yang lahir dari Yayasan Al Azhar.

Ada yang istimewa pada wisuda Al Azhar angkatan V ini. Adalah Jazeyla Qurrota ‘Aina, Putri dari Ning Ita ikut dalam barisan wisudawan-wisudawati. Ning Ita dalam sambutan menyampaikan rasa bangganya sebagai orang tua maupun sebagai Wali Kota atas prestasi yang telah dicapai

Ning Ita menyampaikan bahwa mendidik anak-anak untuk menghafal Quran bukanlah hal yang mudah. “Untuk itu, kita patut memberikan apresiasi kepada para guru, ustadz dan ustadzah lembaga pendidikan  Al Azhar yang telah mendidik anak-anak kita dengan penuh kesabaran, keihlasan konsisten dan istiqomah sehingga pada hari ini terbentuklah anak-anak yang hari ini bisa kita banggakan bersama dapat kita wisuda sebagai penghafal juz 30,” lanjut Ning Ita.

Ning Ita berharap para calon-calon generasi qur’ani yang diwisuda hari ini mampu menjaga dan memelihara kemurnian Quran dan kedepan Kota Mojokerto akan memiliki para penghafal Quran 30 juz lengkap

Dalam kesempatan ini Ning Ita juga menyampaikan akan dampak kecanggihan teknologi informasi di era globalisasi. “Kita tidak bisa menghindari kecanggihan teknologi informasi, kepesatan teknologi informasi, kita hanya bisa mengikuti dan terlibat didalamnya, oleh karena itu kecanggihan teknologi ini ibarat dua mata pisau bisa menjadi sesuatu yang positif bisa juga yang berdampak negatif,” kata Ning Ita.

Sebagai orang tua dan Wali Kota, Ning Ita mengajak seluruh wali santri yang hadir untuk bersama-sama membentengi generasi penerus bangsa dengan nilai-nilai keagamaan sejak dini. “Karena itu berbagai pihak yang terkait di sini harus saling bersinergi. Pemda melalui Dinas Pendidkan, Kementerian Agama melalui lembaga pendidikan dibawah naungannya juga masyarakat luas serta orang tua kita harus bergandengan tangan. InsyaAllah dengan menanamkan nilai keagamaan sejak dini anak-anak bisa kita bentengi dari pengaruh globalisasi,” ajak Ning Ita

Ning Ita menambahkan bahwa yayasan Al Azhar telah melakukan bentuk nyata dalam mendidik generasi penerus bangsa dengan mecetak generasi qurani.  Yayasan Al Azhar melalui guru-guru yang ada mengajar generasi penerus dengan menghafal al qur’an, mengamalkannya dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. “Maka kami semakin yakin bahwa generasi penerus bangsa ke depan adalah pemimpin yang mampu kita andalkan.”kata Ning Ita

Wisuda diikuti oleh 103 orang wisudawan-wisudati dan dihadiri oleh pengawas SD SMP. Pada Wisuda kali ini, Fawwas, Putra dari Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi juga salah satu yang diwisuda. (na/kha)