SLB AISYIYAH SIAP BERKOMPETISI “MENYAMBUT DUNIA DENGAN KREATIVITAS BAHAN BEKAS”

Tuhan menciptakan manusia lahir kedunia ini tentu dengan segala kelebihan dan kekurangannya.  Kelebihan diharapkan dapat dikembangkan sebagai bekal hidup untuk mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan dunia dan akhirat.  Sedangkan kekurangan adalah sebagai pemacu kita agar terus dan tetap berusaha untuk menutupi kekurangan  itu sebagai bentuk kelebihan.  Oleh karena itu tidak ada alasan untuk tidak bersykur atas segala pemberian dari Yang Maha Kuasa kepada kita.

Sekolah Luar Biasa (SLB) misalnya, pada umumnya masyarakat memandangnya  itu sebuah kekurangan. Namun tidaklah selamanya demikian. Karena sesungguhnya Tuhan mempunyai rencana yang indah bagi umatnya. Sehingga kesempatan untuk belajar dan berkarya adalah hak setiap insan yang hidup di dunia ini.

Pelatihan daur uang dari bahan sampah misalnya, adalah hak setiap orang untuk bisa belajar dan berkarya. Bukan hanya manusia yang normal pada umumnya, namun anak-anak sekolah luar biasa juga berhak untuk bisa melakukan seperti masyarakat pada umumnya.

Hal ini dapat kita lihat saat anak-anak SLB Aisyiyah 08 Kota Mojokerto, ketika pihak sekolah membuat program pelatihan daur ulang sampah. Mereka sangat antusias dan mampu mengikuti pelatihan yang diajarkan oleh Instruktur.  Pihak sekolah telah bekerjasama dengan Bank Sampah Induk (BSI) Kota Mojokerto untuk mengadakan pelatihan membuat kerajinan berbahan sampah.

Pelatihan berbahan dasar bekas gelas mony, yang dibuat bentuk topi, tempat air mineral, piring buah menarik perhatian bagi para siswa.  Sebanyak 40 anak yang terbagi menjadi 4 kelompok ini dapat terlihat diantara mereka yang mempunyai kemampuan lebih.  Saat Instruktur mulai memberikan contoh cara merangkai untuk menjadi bentuk karya dengan cepat beberapa mereka ini mengikuti langkah-langkah pembuatannya.  Ini adalah hal yang sangat membanggakan, bahkan hasilnya lebih berinovatif.

Radi, Wulan, Utami, Yanti, Yuli dan Rufah serta Riani adalah para Instruktur yang sangat sabar dalam memberikan pendampingan sehingga anak-anak merasa nyaman.

Deny Nurhayati, S.Psi salah satu tenaga pendidik yang dipercaya selaku koordinator SLB Autis menjelaskan, tujuan pelatihan ini adalah untuk memberikan bekal ketrampilan kepada anak-anak agar dia merasa bangga karena memiliki sesuatu yang berharga yang bisa dikembangkan saat dia lulus sekolah.  Sementara itu Widyaningtiyas.Kepala Sekolah  mengatakan bahwa paska pelatihan ini akan ditindaklanjuti untuk membentuk Bank Sampah Sekolah.  Dengan adanya Bank Sampah , maka anak-anak semakin paham bagaimana menjaga kebersihan, lingkungan sekolah bebas sampah. Karena sampah kering dipilah dan disetor ke Bank Sampah yang bisa menjadi nilai tambah. (ri)