SMP ISLAM BRAWIJAYA TERBAIK KEDUA LOMBA YEL-YEL DAN BUSANA TERUNIK

Yang muda dan ceria, cantik dan energik diimbangi dengan suara lantang dan meyakinkan membuat siapa saja tertawan.  Itulah penampilan siswi-siswi SMP Islam Brawijaya Kota Mojokerto saat mengikuti pesta gizi dan bakar sate yang diselenggarakan Pemerintah Kota Mojokerto, jumat 1/9/2017. Kelompok cewek kece ini terdiri dari 4 siswi yaitu Gebrina, Oca, Indah dan Dina mampu memukau juri memberikan nilai terbaik kedua kategori yel-yel dan busana terunik.  Narasi sedehana dengan jargon yang mengandung makna mengantar para siswi ini masuk pada nominasi kedua dari sejumlah peserta tingkat SMP dan SMA sekota Mojokerto. 

Risky Imam Suhadak, S.Pd,  guru Seni Budaya selaku pembimbingnya saat dikonfirmasi menuturkan, ide yang digagas dalam penampilan lomba bakar sate dan pesta gizi ini adalah terispirasi dari seuah tari-tarian.  Kostum yang dikemas dipadu dengan wakul (tempat nasi jaman dulu), memberikan kesan nilai tradisional.  Sate atau orang jualan sate kalau jaman dahulu menggambarkan nilai – nilai seni tradisional. Wakul yang dibuat hiasan diatas  kepala ini dibuat sendiri oleh Risky yang juga sebagai guru ketrampilan dibalut dengan bahan tambahan sehingga menjadikan suatu bentuk yang artistik atau dibilang unik, kata Risky.  Selain itu juga disesuaikan dengan kostum yang dipakai pada badan bagaimana bisa serasi dan cocok bagi anak. Prinsipnya anak-anak ini bisa tampil prima dan maksimal, tanpa berpikir juara.  Namun Alhamdulillah masuk nominasi kedua dan ini merupakan motivasi dan energi bagi anak-anak SMP Islam Brawijaya untuk terus berkreasi dan berinovasi yang pada akhirnya adalah prestasi.

Sementara narasi yel-yel dibuat dengan bahasa jawa, ini semata mengajarkan pada anak-anak akan bahasa jawa kita yang mungkin dijauhi oleh generasi muda.   Bahasa-bahasa sederhana yang sering dipakai oleh orangtua kita namun anak-anak jaman sekarang tidak paham.  Melalui narasi singkat menggunakan bahasa jawa campur ngoko dan kromo inggil akhirnya dipahami oleh mereka tentang maknanya.

Terpilihnya 4 (empat)  duta siswi ini, tidak lepas  peran guru kesiswaan yaitu Ibu Ais. Secara tidak langsung mereka ini benar-benar bisa membawa amanah teman-teman dan lembaga sekolah. “saya bersyukur anak-anak SMP Islam Brawijaya ini banyak yang memiliki multi talenta, sehingga banyak prestasi yang diraihnya” tambah Hj. Atik Salamah, S.Pd, M.Pd.I Kepala SMP Islam Brawijaya. (ri)