UPAYA PEMERINTAH MEMBANTU UMKM DALAM MENGAKSES PERMODALAN

Berbagai upaya pemerintah dalam mewujudkan Kota Mojokerto sebagai Kota Service City, yang maju, cerdas, sehat, sejahtera dan bermoral, salah satunya adalah untuk mensejahterakan masyarakatnya. Melalui Diskoperindag Kota Mojokerto telah dilaksanakan Pembinaan, baik dari segi Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) seperti berbagai macam pelatihan teknis, dan pengembangan manajemen dan keuangan. Dari segi pemasaran setiap tahun Diskoperindag selalu mengikuti berbagai Event Pameran baik yang diselenggarakan di Daerah Jawa Timur, maupun di tingkat nasional. Dalam hal permodalan juga telah dilaksanakan kerjasama dengan berbagai Bank yang tentunya nanti dapat membantu UMKM untuk memperoleh modal dengan bunga ringan dan mudah

Walikota Mojokerto Drs. H. Mas’ud Yunus dalam sambutan Pembukaan pada acara Sosialisasi Kebijakan Pemerintah tentang Pembiayaan UMKM utamanya Akses Permodalan bagi para Pelaku Usaha Mikro Kota Mojokerto tahun 2017, yang didampingi Kabag Perekonomian, Setda Kota Mojokerto dan Narasumber menjelaskan bahwa Industri Kecil Menengah banyak mengalami perubahan-perubahan, untuk itu para UMKM dituntut agar semakin meningkatkan mutu produksinya agar dapat bersaing, terutama dalam menghadapi pasar bebas. Masalah permodalan Kabag Perekonomian telah menjalin kerjasama dengan PT BPRS Kota Mojokerto,  hal ini dimaksudkan agar dapat meningkatkan permodalan bagi UMKM, sehingga dapat meningkatkan ekonomi dan akhirnya dapat mengurangi pengangguran dan mengurangi kemiskinan.

Dijelaskan pula bahwa negara kita saat ini sedang menghadapi cobaan dan tantangan situasi dan kondisi perekonomian yang sangat sulit yang secara nasional berdampak pada kelesuan ekonomi sehingga pertumbuhan ekonomi melambat. Pemerintah telah mengeluarkan beberapa paket kebijakan ekonomi yang diharapkan dapat mengatasi dan menahan kondisi agar kita tidak terjatuh dalam jurang krisis ekonomi. Untuk memperkuat fondasi perekonomian, salah satu fokus paket kebijakan pemerintah adalah kebijakan yang lebih ramah terhadap sektor riil, termasuk meningkatkan keperpihakan terhadap upaya pengembangan usaha mikro. Hal ini penting karena ketika sektor riil bergerak, berarti tercipta lapangan kerja dan terdapat penghasilan. Dengan demikian akan berdampak daya beli masyarakat meningkat sehingga pertumbuhan ekonomi tidak lagi melambat.

Menurut Dra. Sumarmi astuti Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Mojokerto tujuan dilaksanakan   sosialisasi adalah untuk Meningkatkan permodalan UMKM sehingga dapat mengembangkan hasil produksi dan kesejahteraan Lembaga Perbankan dan Lembaga Keuangan lainnya., Menumbuhkembangkan jiwa kewirausahaan bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) guna meningkatkan usahanya., Memberikan dorongan kepada UMKM agar benar-benar menjadi UMKM yang mandiri dan berdaya saing., Menciptakan lapangan kerja bagi warga sekitar., Mendorong UMKM untuk berinovasi terhadap hasil produksinya. Kegiatan dilaksanakan 31/8/2017 di Gedung Graha Praja Wijaya Kota Mojokerto yang di ikuti 40 orang peserta UMKM, dengan Narasumber Choiruddin dari PT BPRS Kota Mojokerto dan Biro Administrasi Perekonomian Setda Provinsi Jawa Timur. (Sef).